Kamis, 17 Februari 2011

Lampu Unik dari Kulit Jagung


Di tangan Heri Darmawan, perajin asal Klaten, Jawa Tengah, kulit jagung atau klobot tidak dianggap sampah. Heri "menyulapnya" menjadi benda seni bernilai tinggi. Dengan bermodal semangat dan peralatan seadanya, warga Desa Jambu Kulon, Ceper, Klaten ini memulai kreasinya dengan menyetrika klobot hingga rata. Kemudian klobot digunting sesuai bentuk yang diinginkan.


(sumber: Rozaq Asyhuri, Liputan6.com, 10/06/2010 06:20 WIB)

Selanjutnya guntingan klobot ditempelkan satu persatu pada lembar fiber menggunakan lem hingga seluruh permukaan fiber tertutup. Proses selanjutnya adalah memasang fiber yang sudah ditempeli klobot jagung pada sebuah rangka bambu. Setelah selesai tinggal memasang dudukan lampu bohlam pada bagian bawah. Dan jadilah sebuah lampu unik dari klobot jagung.

Saat lampu kulit jagung dinyalakan terlihat sangat indah. Bagi yang baru melihatnya mungkin tidak akan menyangka bahkan tak percaya kalau lampu itu terbuat dari bahan yang biasanya dibuang, yaitu kulit jagung.

Harga jual kerajinan ini cukup mencengangkan. Tiap unit lampu klobot dijual dengan kisaran harga ratusan ribu rupiah tergantung model dan ukuran. Pemasaran lampu klobot sudah menembus berbagai kota di wilayah Indonesia, seperti Yogyakarta, Jakarta, dan Bali. Bahkan sekarang sudah ada peminat dari Jepang yang mengambil sampel untuk dibawa ke negaranya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar