DALAM jagat pewayangan selalu penuh simbolisasi yang abstrak: “sebuah substansi ide tentang manusia”. Konon, dalam Epos Bharatayuda, Yudhistira menolak berbohong. Tapi oleh bujukan Sri Kresna, ia bersedia –meski penuh ragu—untuk mengatakan dengan suara dipelankan atas kematian gajah Estitama biar terkesan seperti Aswatama, putra tersayang Resi Dorna, yang mati.
Tampilkan postingan dengan label dialog budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dialog budaya. Tampilkan semua postingan
Selasa, 15 Maret 2011
Dialog Budaya & Gelar Seni “YogyaSemesta” Seri-40: Antara Pencitraan & Kebohongan dalam Jagat Pewayangan dan Panggung Politik
Senin, 10 Januari 2011
Undangan Terbuka Dialog Budaya : Yogya Memang Istimewa
Topik : YOGYAKARTA MEMANG ISTIMEWA
Nara Sumber : Prof. Dr. Suhartono Wiryopranoto, Guru Besar FIB-UGM, Rama Pastur Dr. G. Budi Subanar, SJ, Pakar Sejarah & Kepala LPPM Universitas “Sanata Dharma”, Kyai H.M. Jazir ASP, Pemerhati & Peneliti Sejarah KeIstimewaan Yogyakarta
Langganan:
Postingan (Atom)