Selasa, 15 Februari 2011

Kerajinan Ukir Bonggol Jati di Sragen Berawal dari Hobi


Di tangan seorang perajin di Sragen, akar atau bonggol jati yang biasanya hanya dibuang ternyata bisa dimanfaatkan sebagai bahan pembuat kerajinan mebel yang sangat indah dan menarik. Namun, akibat makin berkurangnya luas hutan di wilayahnya, ia terpaksa mendatangkan bahan baku dari luar daerah, terutama Jawa Timur.


Beginilah kesibukan Waji, Warga dusun Mentir RT 10/07 Desa Bener, Kecamatan Ngrampal, Sragen, Jawa Tengah, sehari-hari. Sejak 10 tahun lalu, purnawirawan TNI ini memang menggeluti usaha kerajinan ukir bonggol jati.



Awalnya memang hanya untuk menyalurkan hobi dan bakat seninya. Namun, belakangan, hobi tersebut ditekuninya secara serius, karena terbukti bisa mendatangkan pendapatan tambahan bagi keluarganya.

Kerajinan ini berawal saat ia menemukan akar atau bonggol jati yang tidak digunakan. Setelah ditebang dan diambil kayunya, biasanya bonggol jati memang hanya dibuang. Di tangan kreatifnya, Waji pun mulai mengubahnya menjadi kerajinan mebel yang sangat indah dan menarik. Caranya, dengan diukir sedikit demi sedikit, sehingga, membentuk pola gambar atau bentuk tertentu. Setelah itu, dihaluskan dan diwarnai dengan politur untuk mempertahankan tekstur asli kayu jati.


Hasil karyanya ini ternyata menarik minat warga, sehingga, pesanan pun terus berdatangan. "Saat ini, mebel bonggol jati ini saya jual dengan harga berkisar 3 hingga 10 juta rupiah," kata Waji.



Sayangnya, akibat kesulitan bahan baku, ia seringkali tidak bisa memenuhi pesanan. Saat ini, luas hutan di Sragen memang terus berkurang, sehingga, ia pun harus mencari bahan baku hingga luar daerah, terutama Jawa Timur. Harganya memang jauh lebih mahal. Namun, hal itu terpaksa tetap dilakukannya, karena, ia memang tak bisa mendapatkan bahan baku di wilayahnya. (*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar