Minggu, 20 Februari 2011

Kerajinan Boneka Wayang, Mengenalkan Tradisi Sejak Dini


Di tengah serbuan boneka berkarakter tokoh kartun mancanegara, seorang perajin di Solo, Jawa Tengah, menggagas sebuah kerajinan boneka yang sangat unik, yaitu Boneka Wayang. Boneka berkarakter tokoh wayang asli Indonesia ini diharapkan bisa menjadi media bermain anak, sambil mengenalkannya pada tradisi bangsa sendiri, sedini mungkin.

Berbeda dengan kebanyakan boneka yang selama ini ada, boneka-boneka karya Edi Susanto, warga Jebres, Solo, Jawa Tengah, ini tergolong sangat unik dan kreatif. Boneka-boneka ini menggunakan karakter tokoh wayang asli Indonesia, seperti Petruk, Semar, Hanoman, Arjuna, Srikandi, Nakula, Sadewa dan Gatutkaca.


Kerajinan boneka wayang ini mulai dirintis Edi bersama temannya, Achmad, sekitar pertengahan tahun 2010 lalu, menyusul keprihatinannya terkait makin dilupakannya tradisi budaya sendiri, terutama wayang. Generasi muda saat ini, baik anak-anak maupun remaja, ternyata lebih mengenal tokoh-tokoh kartun dan superhero mancanegara, seperti doraemon, upin ipin, donald bebek, superman dan sebagainya, daripada tokoh wayang asli Indonesia. Di sinilah, Edi mulai mencoba membuat media pengenalan wayang sejak dini kepada anak, dengan menggunakan media permainan.

Tidak berbeda dengan boneka biasa, boneka wayang ini juga dibuat dari kain diadora atau bahan kaos yang sangat halus. Hanya saja, pembuatannya memerlukan ketrampilan dan kreatifitas tinggi, agar karakter wayang yang dibuat tidak menyimpang dari pakem yang sudah ada.

Caranya, pertama kali dibuat pola di atas kain diadora, sesuai bentuk yang diinginkan. Setelah itu, dipotong dan dijahit serta diisi dengan dakron atau kapas dan dijahit kembali. Barulah kemudian dibuat pernik-pernik lain, agar karakter wayang bisa terlihat lebih indah dan terkesan hidup. Seperti, kebaya, ikat pinggang, penutup kepala dan sebagainya.

Karena dianggap unik dan kreatif, saat ini, pesanan boneka wayang tak hanya datang dari wilayah setempat, namun juga dari Malaysia dan kota-kota lain di Indonesia. "Banyak juga pesanan datang, namun, kami sering mengalami kendala dalam hal alat dan bahan," kata Edi.

Karya boneka wayang ini biasanya dijual dengan harga bervariatif tergantung seri atau kelasnya. Selama ini, Edi memang membuat boneka wayangnya dalam dua seri, yaitu seri bermain dan seri kolektor. Yang membedakan keduanya adalah penggunaan aksesoris dan packing-nya. Jika seri bermain hanya dihias dengan aplikasi kain flanel, seri kolektor dilengkapi aplikasi kain emas dan plastik emas.

Karenanya harga jualnya pun bisa lima kali lipat lebih tinggi dibanding harga boneka wayang sering bermain. "Untuk seri koleksi, memang kami buat dengan lebih perfect dengan variasi lebih elegan dan motif-motif emas, sehingga indah dipajang", tambah Achmad. Nah anda penasaran dengan kreasi baru yang sangat mendidik ini? Info lengkapnya bisa dilihat di http://bonekawayang.blogspot.com/. Untuk pemesanan bisa menghubungi no. Hp. 081328120700 (Ibu Trieke) (*)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar