Berbeda dengan boneka lainnya, deretan boneka hasil karya para mahasiswa di Solo ini terlihat didisain mengenakan aneka pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia. Seperti Jawa Tengah, Bengkulu, Sumatera Utara, Maluku, Papua, Bali, Aceh dan sebagainya. Dengan sentuhan khas tradisi Indonesia, aneka boneka ini ternyata mampu tampil menarik, unik sekaligus mendidik.
Cara pembuatan boneka ini sangat sederhana. Pertama, buat pola di atas kain flanel sesuai bentuk yang diinginkan, seperti kepala, badan, tangan dan sebagainya. Setelah itu, beri sentuhan artistik pada bagian-bagian tersebut, sehingga bisa tampak lebih hidup. Misalnya, mata, mulut, rambut, konde atau pelengkap lainnya yang mengacu pada pakaian adat Indonesia. Setelah itu, semua bagian itu digabung menjadi sebuah boneka. Beri variasi-variasi lain, sehingga, pakaian adat yang diinginkan mirip dengan bentuk aslinya.
Boneka adat ini digagas mahasiswa, bernama Ahmad Syarifudin dan Rahmat, untuk mendokumentasikan berbagai pakaian adat di Indonesia dalam bentuk mainan yang sederhana dan disukai anak-anak. "Tujuannya, tentu saja melestarikan dan mengenalkan berbagai pakaian adat Indonesia sejak dini pada anak-anak", kata Ahmad.
Sejak dirintis bulan oktober tahun 2008 lalu, pemasaran boneka adat ini tak hanya mampu menjangkau berbagai kalangan di Solo. Namun, juga berbagai daerah di Indonesia, seperti Sulawesi, Bali dan Jakarta. Selain harganya cukup murah, yaitu berkisar puluhan hingga ratusan ribu rupiah, boneka ini juga dianggap sangat menarik untuk hiasan rumah.
Tak ayal, dalam sebulan, mereka bisa membuat lebih dari 100 pasang boneka untuk memenuhi berbagai pesanan. Jika pesanan sedang membludak, mereka pun tak jarang harus melibatkan warga sekitar untuk ikut membuat boneka-boneka itu. Selain mendapat tambahan penghasilan dari berkreasi, mereka juga bangga bisa ikut membantu perekonomian warga sekitar.(BK/Wiwik Susilo)
Baca Juga :
- Kerajinan Boneka Wayang, Mengenalkan Tradisi Sejak Dini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar