Minggu, 06 Februari 2011

Kerajinan dari Limbah Kulit Telur

Di tangan seorang perajin di Sragen, Jawa Tengah, kulit telur yang biasanya hanya dibuang ternyata bisa dimanfaatkan untuk membuat aneka hiasan dinding yang sangat menarik. Tak hanya warga setempat, hiasan berupa lukisan, kaligrafi maupun tulisan lainnya tersebut juga diminati warga dari luar kota Sragen.


Sebagai bahan makanan, telur memang banyak digemari berbagai kalangan. Selain berprotein tinggi, harga telur juga tergolong murah dan rasanya enak. Tak ayal, berbagai macam makanan pun memanfaatkan telur sebagai bahannya. Kalaupun tidak diolah dalam bentuk makanan lain, direbus atau digoreng saja sudah cukup untuk menikmati enaknya rasa telur. Karena hanya bagian dalamnya yang dimanfaatkan, seringkali kulit telur hanya dibuang menjadi limbah atau sampah.




Namun, di tangan Haji Soleh dari Sragen, kulit telur bukan lagi limbah atau sampah tak berguna, namun, menjadi bahan kerajinan yang bernilai ekonomis tinggi. Kulit telur inilah yang dijadikannya aneka macam hiasan dinding, mulai dari lukisan, kaligrafi hingga berbagai macam tulisan.





 

Cara pembuatannya dimulai dari mencuci kulit telur hingga bersih, lalu dikeringkan. Setelah kering, kulit telur dipecah kecil-kecil dan dirangkai secara perlahan-lahan pada sebuah papan atau triplek yang sudah digambari pola tertentu. Penempelan dilakukan dengan lem kayu agar bisa merekat lebih kuat dan tahan lama. Setelah terbentuk gambar, diberi cat pelapis agar tampak lebih indah. Jika sudah, diberi figura dan siap dipasarkan.



"Saya sudah menekuni kerajinan ini sejak tahun 2002 lalu," Kata Haji Soleh. Tak ayal, karya yang dihasilkan pun sudah mencapai ratusan buah. Kebanyakan pembeli mengaku tertarik kerajinan ini, karena terlihat sangat unik. Apalagi bahan baku yang digunakan adalah limbah yang tidak terpakai.

 

 

Satu hiasan dinding dari kulit telur ini biasanya dijual dengan harga Rp. 300 ribu. "Dulu Rp. 250 ribu, tapi karena harga bahan baku, seperti cat dan lem terus naik, makanya saya naikkan Rp. 50 ribu", jelas Haji Soleh. (*)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar